貼文 · Sep 17, 2026
Harga Emas Tertekan Setelah The Fed Naikkan Suku Bunga, XAU/USD di US$4.270
Harga emas masih bergerak dalam tekanan pada perdagangan Kamis (17/9) setelah Federal Reserve menaikkan suku bunga untuk pertama kalinya dalam tiga tahun. Bank sentral Amerika Serikat juga memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga tambahan masih mungkin dilakukan hingga akhir tahun.
Emas diperdagangkan di kisaran US$4.270 per troy ounce setelah mengalami penurunan sekitar 2% dalam tiga sesi perdagangan sebelumnya. Tekanan terhadap harga emas meningkat setelah Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) secara bulat memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.
Proyeksi Suku Bunga The Fed Kembali Naik
Selain menaikkan suku bunga, The Fed turut memperbarui proyeksi kebijakan moneternya. Perkiraan median suku bunga pada akhir 2026 meningkat menjadi 4,1%, dibandingkan proyeksi sebelumnya sebesar 3,8%.
Perubahan proyeksi tersebut mencerminkan pandangan bahwa kebijakan moneter yang lebih ketat masih diperlukan untuk menghadapi tekanan inflasi. Kondisi ini juga meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga berikutnya.
Dolar AS Menguat, Emas Kembali Tertekan
Pasar menilai pernyataan terbaru The Fed cenderung hawkish atau menunjukkan sikap lebih ketat terhadap kebijakan moneter. Sentimen tersebut mendorong penguatan dolar AS dan memberikan tekanan tambahan terhadap harga emas.
Kenaikan suku bunga umumnya menjadi tantangan bagi emas karena logam mulia tidak memberikan imbal hasil berupa bunga. Ketika instrumen berbasis dolar menawarkan tingkat imbal hasil yang lebih tinggi, sebagian investor dapat mengalihkan dananya dari aset safe haven seperti emas.
Inflasi AS Masih Menjadi Perhatian
Ketua Federal Reserve Kevin Warsh kembali menyoroti risiko inflasi yang masih membayangi perekonomian Amerika Serikat. Ia menyampaikan bahwa sejumlah besar kelompok barang dan jasa masih mencatat kenaikan harga tahunan di atas 3%.
Sementara itu, data inflasi inti AS pada Agustus menunjukkan kenaikan yang lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya. Perkembangan tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi arah kebijakan suku bunga The Fed ke depan.
Pergerakan Harga Emas dan Logam Mulia Lainnya
Di pasar spot, harga emas tercatat naik tipis 0,2% menjadi US$4.273,82 per troy ounce pada pukul 07.52 waktu Singapura. Meski demikian, pergerakan tersebut masih berada dalam bayang-bayang penurunan tajam pada sesi-sesi sebelumnya.
Sementara itu, harga perak menguat 0,5% ke level US$63,28 per troy ounce. Platinum dan paladium juga bergerak sedikit lebih tinggi.
Indeks dolar Bloomberg cenderung stabil setelah mencatat kenaikan sebesar 0,5% pada sesi perdagangan sebelumnya.
Prospek XAU/USD
Pergerakan emas masih dipengaruhi oleh kombinasi kebijakan moneter The Fed, kekuatan dolar AS, dan perkembangan inflasi Amerika Serikat. Sinyal kenaikan suku bunga lanjutan berpotensi membatasi ruang penguatan emas dalam jangka pendek.
Pelaku pasar akan terus mencermati data ekonomi AS serta pernyataan pejabat Federal Reserve untuk mencari petunjuk mengenai arah kebijakan moneter berikutnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan informasi pasar dan bukan rekomendasi investasi. Selalu lakukan analisis dan manajemen risiko sebelum mengambil keputusan trading.
留言 · 0